Minggu, 23 September 2018

Manajemen Bisnis Ritel


  • Pengertian Manajemen Bisnis Ritel
Manajemen bisnis ritel merupakan pengaturan keseluruhan faktor-faktor yang berpengaruh dalam proses perdagangan ritel, yaitu perdagangan langsung barang dan jasa kepada konsumen.
  • Pengertian Full Sevice Store
Full service store yaitu dimana peritel menyediakan berbagai jasa, mulai pembayaran secara kredit, pengiriman langsung, pembungkusan, isntalasi, perbaikan, dan berbagai jenis layanan jasa lainnya. Contohnya yaitu departement store.
  • 3 Jenis Franchisee
1. Manufacturer riteler program, yaitu pihak franchisor sekaligus manufaktur. Contohnya perusahaan perminyakan dan manufaktur mobil yang mendistribusikan produknya melalui sistem eceran yang mereka miliki.

2. Wholesaler riteler program, yaitu pihak franchisor bertindak sebagai wholesales.

3. Trademark/trade name license program, yaitu pihak franchisor bertindak sebagai induk yang memiliki trade name dan standarisasi operasional untuk franchisee unitnya.
  • Strategi Manajemen SDM Ritel
1. Reqriutment, yaitu mengangkat karyawan baru dengan memperhatikan syarat yang diterapkan.
2. Penempatan, yaitu penempatan karyawan sesuai dengan divisi dan kemampuan yang dimiliki.
3. Pengembangan, yaitu mengembangkan kemampuan atau ilmu yang sudah dimiliki sebelumnya.
4. Penggajian, yaitu mendapatkan upah yang sesuai dengan UMR.
5. Pemeliharaan, yaitu mengadakan gathering, cuti bersama, makan bersama, dan lain-lain.
6. Pemurusan hubungan kerja PHK, yaitu saat melakukan kesalahan fatal, perusahaan bangkrut, dan faktor usian (pensiun).
  • Faktor Penentu Bisnis Ritel
1. Place (Lokasi)
    - Harus memberitahu lokasi yang benar kepada konsumen.
    - Harus memperhatikan :
      a. Luas daerah perdagangan
      b. Mudah dicapai
      c. Berpotensi untuk tumbuh
      d. Lokasi para pesaing

2. Price (Harga)
    - Tujuan penetapan harga :
       a. Menetapkan laba maksimum
       b. Mengurai persaingan
       c. Memperbaiki atau mempertahankan pangsa pasar
    - Prosedur penetapan harga, yaitu memperhatikan market share yang ditentukan.

3. Product (Produk)
    - Penentuan produk yang akan dijual.
    - Memahami kelebihan dan kekurangan produk.
    - Variatis, sehingga konsumen bisa memilih.
    - Mengembangkan merek berlabel (home product).

4. Promotion (Promosi)
    - Memilih metode yang cocok.
    - Siapa konsumen yang dituju.
    - Mempertimbangkan biaya yang harus dikeluarkan.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar